Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 30 November 2014

you Are so Special Friend :)



Whaat,,, hari ini tanggal 30 NOVEMBEER!!!! OH MY GOD!!!! Hhe,, sok kaget banget yaa, :D,, sebenarnya gak ada apa-apa siih hari ini,,,, cumaan,,,hari setelah hari ini yang special,, did you know why??? :)  karna besok,,  adalah 1 Desember,,, APA?? 1 DESEMBEER!!! OH MY GOOD!!!! Hhe,, sok kaget lagii,, :D ,,  maaf, karna yang nulis agak allay,, jadi kita ber alay-alayan aja ya,, :) yang gak alay, berhenti baca sampai sini. Kalo masih ngelanjutin baca, berarti lo mengakui  kalo ‘anak layangan’,,, hmm,, ok cukup. Kembali ke leptop,,, Sebenarnya gak ada apa-apa juga siih besok,,  tapi yang ada apa-apanya itu hari sesudah besok :D,, hhe bercanda,, sekarang serius niih, aku curcol dikit deh, tadikan aku lagi nyelesain tugas akuntansi dari bunda (panggilan sayang buat dosen akuntansiku), yang tugasnya itu cukup buat bikin lo semua pergi ke tukang pijat, buat ngurutin urat-urat jari yang pastinya bakalan bermasalah setelah ngerangkum materi sakRT,,hha,, terus pas buat tanggal di tu tugas aku nulis,, 1 Desember,, akh salah, satu desemberkan besok,, hmmm,,, tiba-tiba aku inget sesuatu, 1 Desember? Aku senang bercampur sedih,, hha,, senangnya kenapa? Karna besok awal  bulan,, biasa,, abis gelap terbitlah kiriman :D’ hhe,, dan sedihnya karna besok aku tidak bisa ngerjain temenku yang memasuki umur barunya, aku sedih gak bisa nyeplokin telur ke kepalanya yg berisi pikiran2 mbalelo(hha,, maklum, konco mbaleloku), aku sedih juga gak bisa ngeliat senyum indahnya (aku ngucapin hal kayak gini ke dia setahun sekali), aku sedih karna LDR ini (wkwk) Jogja-Tg.Pinang, jarak yang jauh kan buat diukur pake meteran. Makanya aku cuman bisa curhat di lembar putih Microsoft word ini, gak berharap dia baca siih,, cuman, aku berharap, dia tau kalo aku masih inget ulang tahunnya, aku pengen dia tau kalo ‘she is so special for everyone who love her, end for me too :) because I love her’,, eit,, ‘love’nya pake tanda kutip lho,, maksudku disini ‘I love her as my friend’ :) and than, let me say “HAPPY BIRTHDAY TOWEEER SAYAANG” hhe,, :)  selamat atas pengurangan jatah umurmu :) hhe,, tambah dewasa ya weer,,,tambah cantiik,tambah manis, tambah uang jajannya, tambah tembem, tambah tinggi,, (ee,, ngelantur),, pokoknya, berikan yang terbaik untuk hidupmu, untuk masa depanmu, dan untuk orang-orang tersayangmu.
Mungkin jarak bisa sejahat ini memisahkan kita, hhe,, tapi masih ada BBM yang baik hati menghubungkan kita :) ,,,  aku inget, pertama kali kita jumpa, ko masih jelek, aku juga,, hhe,,, maksudku,, kita masih jelek, masih ingusan,, makluum, baru lepas dari seragam merah putih :) aku juga masih inget, ko pake baju kurung melayu motif bunga-bunga saat itu :) tapi aku lupa warnanya,,, hhee :D ,,, waktu itu, (karna aku bukan mama laurent) aku gak tau kalo Allah bakalan mempertemukan kita lagi di SMA,, yaah,,, kamuu lagii -__-  dan akhirnya kita kembali menjalani hari bersama, mau tidur liat ko,, bangun pagi juga liat ko,, -__-,, boseen,, hha,, :D tapi disitulah kebersamaan yang terus menjadi cerita lama buat aku ceritain ke anak-cucuku nanti. Kekonyolan-kekonyolan, kesedihan, canda tawa, bahkan air matapun tak luput menghiasi pertemanan kita weer,, and thank you so much for being my friend, Im very greatful of it :) maaf jika selama berteman denganku, banyak luka yang kugoreskan, banyak pula air mata yangku tumpahkan,, maaf,, :) Im human too,, aku tak luput dari khilaf dan lupa. Awalnya aku gak punya keluarga di kota pelajar ini, tapi ko punya, ko punya eyang yang baik dan perhatian, bulek anik yang ramah dan baik, aku bukan siapa-siapa, tapi keluargamu membuatku seolah menjadi bagian dari mereka dan terima kasih telah membuatku merasa memiliki keluarga baru di sini wer. :) Bahkan aku tak tau apakah aku sanggup membalasnya,,
Akhirnya, hidup terus berlanjut, bak sungai yang terus mengalir, waktupun terus menahun, meninggalkan cerita lama dalam lembar-lembar diary, hingga akhirnya aku tersadar, aku telah berada di bab baru dari buku kehidupanku, dan aku tak menemukankan kau dalam sub bab buku itu wer, tapi akan selalu ada cerita tentang kau didalamnya kawan,, selamat belajar di kampung halaman kita yaa,,, dan doakan aku yang masih terus berjuang di kota harapan ini. Bukan keterpaksaanmu pulang, tapi it takdir telah memilihmu untuk pulang, not so bad wer,, bahkan seringkali aku berfikir betpa enaknya kamu yang sekarang berada di rumah, tapi begitulah manusia, tak pernah mensyukuri rumput sendiri, selalu berasumsi bahwa rumput orang lebih baik :( ,,, ada waktunya kok weer kita ngumpul lagi, berbagi cerita,, nakal-nakalan lagi,, daan,,, ssttt,,, kembali mengenang masa-masa jajahan ‘geng M*t*k’,, ups,,,hhe :D Apapun yang ada dihadapanmu sekarang, lalui saja, syukuri dan pastikan, Allah punya rencada dibaliknya, hmm,, mungkin itu aja,, karna tugas akuntansiku harus dikumpulkan besok,, sebenarnya banyak sekali ceet-coret yang ingin aku bahas disini :) tapiii,,, aku masih banyak agenda untuk hari minggu yang padat ini -__- sukses selalu ya toweer sayang,,, J hhe,, dari tadi aku manggil tower mulu,, sorry veer,,, :D I wish All the best for U verda Yasinta Mayangfa’uni :) my lovely friend :P 
Lho,, lho,, kok foto om Mukhsiin :D,, hhe,, kesalahan teknis ini,, karna foto verda berhalangan hadir,, kita pakai foto bapaknya aja ya,,,( peace weer,, : D),,, oh iyaa,, satu lagi niih,, pak mukhsin itu yang baju biru lhoo,, bukan yang baju oren,, :D 


                                                                           Yogyakarta, 30 November 2014
                                                   Di depan buku akuntansiku yg terbuka lebar -_-

Rabu, 26 November 2014

Metamorfosis seragam!!!



Aku inget, dulu waktu aku kelas 6 SD, aku dan teman-temanku pernah berdiskusi tentang satu hal, tentang bagaimana rasanya memakai baju biru putih, menjadi anak SMP dengan cerita-crita konyol mereka, dan tentu saja dengan cinta monyet yang pasti jauh lebih konyo mungkin. Saat itu, kita saling menertawakan “hhahahahaha,, ah,, gak pantes ah lu pake putiih abu, abu,, gaaak,, gak pantes,, apalagi eluu,,hahaa” . saling mengejek ketidak pantasan masing-masing. Well, tapi tetap aja, dalam gelak tawa dan lelucon-lelucon itu, ada harapan tersendiri  bagi masing-masing kita, ada harapan dan rasa penasaran besar untuk bisa memakai seragam ‘biru putih’ tersebut.
Tiga hari setelah itu, akh bukan,, bukan,, saking singkatnya waktu ini tahunpun tak terasa tahun,,, maksudku, 3 tahun setelah itu,, diskusi serupapun terjadi, tapi, kali ini dengan latar dan perasaan yang lebih berbeda, lebih dewasa dan tentunya lebih akurat, hha... tapi ada yang masih sama disini, teman-temanku. Masih 2 orang idiots yang sangat kusayang Tika dan Ejah
Entahlah sejak kapan mereka menjadi teman terbaikku, yang aku tau, aku belajar banyak hal dari mereka,, hha,, kapan-kapan akan kuceritakan tentang mereka, tentang pertemuan tak terduga yang terawetkan ini, oh kalian,, I miss U both yot :*
Yup, di penjara suci itu, diskusi serupa 3 tahun lalupun terjadi, diskusi tentang  angan-angan sederhana menjadi anak SMA,melepas seragam SMP membosankan  itu,,
“gak terasa ya choy,, kita udah 3 tahun terpenjara dalam dunia santi ini, dalam penjara suci yang melukis banyak warna kehidupan baru,, jaah, tiik,, aku gak pernah lho, membayangkan kita pake baju putih abu-abu,, iiih,, pastii lucuu,, hhaaahaha”
“iya yiik,, gak cocok kaliii laah,,kita, anak-anak nakal kayak  gini, yang masih sering galau gara-gara cinta monyeet,, eh, disuruh ganti seragam putih abu-abu,, haha”
“iih tikaa,, dia aja tuu yang galau gara-gara cinta monyet,,,  monyet  R*ki,, haha”
“aah,,, kau ni jaaah,, hhahaha” Begitu kira-kira kalimat yang keluar dalam diskusi malam itu, diskusi dibawah sinar bulan, diskusi yang disaksikan bintang-bintang,, (hha,, lebay :D ) ,, diskusi yang masih membahas ‘seragam’ sebagai topik utama,,,
Aku selalu tak paham, kenapa setiap pertemuan itu tak ada yang abadi, dunia putih abu-abu yang aku impikan harus aku jalani jaauh dari kota kecil tercintaku, dari keluargaku, jauh dari kehidupan lama yang biasa kujalani, berpisah dengan dua idiot itu. Aku menganggapnya bagian dari pendewasaan diri, bagian dari rencana besarNYA J .  Panjang ceritanya, kenapa detik ini aku bisa berada dipulau terpadat ini, berada di kota Pelajar yang tek pernah ku bayangkan. Oh Yogyakarta, chemistri apa yang ada diantara kita, hingga aku harus mencari puzzle-puzzle kehidupanku disini? Entahlaah,,, aku tidak cukup cerdas untuk mengetahui rahasia dari takdir-takdirNYA. ‘ just do it’, begitu seseorang mengajariku J
Kali ini, aku berada di atmosfir yang berbeda, diantara orang-orang asing yang aku tau, merekalah yang akan mengisi warna-warna baru dalam kanvas kehidupanku, ‘wahay diri,,, ini tantangan baru,,’ bisikku pada hati yang masih sendu saat itu,, hhhaha,, aku galau men waktu itu, awal-awal masa SMAku adalah masa-masa tersulitku saat itu, bagaimana tidak,, aku tak mengerti bahasa mereka, aku tak tau siapa mereka, tak ada orang tua, tak ada keluarga, hanya aku sendiri meringkuk bersama buku diaryku setiap saat. Tapi tanpa terasa, waktupun kembali menyihir semesta ini :D ,,, aku kaget men,, ternyata aku baru saja melewati fase-fase sulit dalam akademikku,, yuph,, aku dan angkatanku baru saja melewati serangkain ujian-ujian akhir sekolah untuk membuktikan kita layak lulus dari dunia putih abu-abu ini,, hahha,,, aku sweet17 men,, sweet17!!!,, :D sungguh waktu sangat singkat untuk dijelaskan.
Dan kembali pada topik utama ceritaku, diskusi tentang seragampun kembali terjadi,, tapi kali ini, tak ada ejaah,, tak ada tika,, diskusi ini adalah diskusiku bersama teman-teman terbaikku di kota ini, teman-teman yang tanpa segaja telah hadir dan memposisikan diri manjadi hal-hal berharga yang aku punya. Konyol dan penuh warna, itu kesanku untuk mereka J
“gak terasa ya,, bentar lagi, kita bakalan sekolah tanta seragam meen!! Haha,, tanpa seragaam!!!” diskusi yang sama, masih tentang seragam.
“iyaa,, yang kuliah,,, yang kerja gimaana??”
“yaa,,, setidaknya,kita gak memakai baju yang sama dihari senin dan selasa, gak harus dipanggil BP kalo gak pake baju sesuai hari, gak harus minjem-minjem biar tetap sama, dan gak harus, mati-matian berjuang demi ngeringin sehelai baju buat dipakai besok,,,hahha,,”
“iya siih,,, selamat tinggal putih abu-abuu,,, senang bisa bersamamu 3 tahun terkhir,, hhha”
“kok bisa yaa,, ??? perasaan baruuu kemariin kita nerima baju marah putih,, hahha,, “
“iyaa,, terus lari-lari dihalaman sekolah, ngelap ingus sampai kepipi”
“nangis gara-gara telat dijemput”
“tukeran bekal sama teman sebanguku”
“hahahahhahaa,,,,,,” tawa itupun meledak,,,
Tuhaaan,, inikah hari yang telah Engkau janjikan,, hari dimana aku jauh lebih mengerti arti kehidupan ini, hari dimana semuanya akan terasa singkat, hari dimana aku akan merindukan masa lalu,,, dimana aku akan yakin ‘semua akan indah pada waktunya’.

Sabtu, 26 April 2014

Aku dan Do'a di dalam namaku

Namaku Sri Hidayati Rizki, aku lahir di Tg.Pinang, 21 September 1996, daaaan,,, ah kaku banget ya perkenalannya :) gini aja,, aku Sri Hidayati Rizki, orang-orang memanggilku sesuai keakraban mereka, mereka yang beru mengenalku memanggilku Sri, yaa,, Javaness benget kedengarannya, tapi sebenarnya, setetespun aku bukan keturunan suku Jawa. Teman-temanku manggil aku ‘kenthunk’, gak tau juga ya, awalnya aku ‘gak banget’ dipanggil kayak gitu, tapi lambat laun, aku terbiasa dengan panggilan menggelikan itu, yaaaaah, what ever lha,, yang penting mereka senang,, meraka bilang itu panggilan sayang,, tak dipungkiri mereka memang pakar ‘ameliorasi’ yang hebat, lumayan lha untuk alasan yang bisa diterima dengan lapang dada. Oke,, lanjut ke panggilan lebih akrab lagi,, keluargaku memanggil aku Ayi’ termasuk adik-adik sepupuku yang yang memanggilku kak Yi’, tapi ada hal menyebalkan dari panggilan itu, karna, ketika mereka masih balita dan sedikit pelat ya,, panggilan itu terdengar seperti ta yi’ (taik), ya,, ya,,, aku tau maksud mereka tetap kak yi’,,, tapi seharusnya mereka sadar, bagaiman mereka akan membedakan panggilan terhadapku dan,,,,,,,,,,,, yaah,,, kalian tau sendirilah,, ok, anggap saja itu suatu ‘peyorasi yang tak disengaja.
       Masuk ke makna nama, walaupun ada pepatah yang mengatakan apalah arti sebuah nama, tapi disini aku kasih tau lagi ya, nama adalah do’a, dan setiap orang tua mempunyai harapan tersendiri saat memberikan nama pada anak-anaknya, termasuk orang tuaku, 15 tahun aku memiliki nama ini tapi baru saat aku sma aku mengetahui harapan apa yang ada di balik namaku, karna sering kali aku bingung dan membuat bingung banyak orang, seorang gadis melayu berketurunan cina diberi nama ‘Sri’,, bukankan nama itu identik dengan nama jawa, yang bermakna ‘padi’,,, sedikit sejarah mengatakan Ia dipercaya sebagai dewi yang menguasai ranah dunia bawah tanah juga bulan. Perannya mencakup segala aspek Dewi ibu , yakni sebagai pelindung kelahiran dan kehidupan. Ia juga dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, maka ia mengatur kehidupan, kekayaan, dan kemakmuran. Berkahnya terutama panen padi yang berlimpah dan dimuliakan sejak masa kerajaan kuno di pulau Jawa seperti Majapahit dan Pajajaran. Dewi Sri juga mengendalikan segala kebalikannya yaitu ; kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit, dan hingga batas tertentu, memengaruhi kematian. Karena ia merupakan simbol bagi padi, ia juga dipandang sebagai ibu kehidupan. Ya,, ya,, ya,, tadi itu arti namaku dalam kamus besar bahasa Indonesia, tapi tarnyata, ada harapan lain di balik nama itu, ‘Merantau ke Tanah Jawa’ itulah do’a orag tuaku, mereka berharap suatu saat aku bisa mengenyam pendidikan di pulau terpadat penduduk itu dan, finally,,, Im here, ‘Kota Harapan’ kata ibuku, pertama kali aku menginjakkan kaki di kota pelajar ini, aku bukan siapa-siapa, aku hanya gadis biasa tanpa apa-apa, dan tetap seperti itu sampai detik ini, tapi percayalah, aku menggenggam sejuta harapan saat meninggalkan kota kecilku untuk ke tempat ini, aku membawa do’a dan cita-cita. Nashabku biasa, keadaankupun biasa, karna memang aku hanya gadis biasa. Saat pertama kali kuputuskan untuk pergi ke kota ini, aku bulum menyadari rintangan apa saja yang akan kuhadapi, tapi untuk pertama kalinya aku terbangan dari tidur pertamaku dikota ini, aku sadar, aku sendiri, anak rantauan tanpa keluarga satupun,, dan aku harus mulai mencari, mencari teman baru, mencari keluarga baru, mancari apa tujuanku ketempat ini.. huft,, itu singkat serita tentang aku dan do’a didalam namaku.