Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 26 November 2014

Metamorfosis seragam!!!



Aku inget, dulu waktu aku kelas 6 SD, aku dan teman-temanku pernah berdiskusi tentang satu hal, tentang bagaimana rasanya memakai baju biru putih, menjadi anak SMP dengan cerita-crita konyol mereka, dan tentu saja dengan cinta monyet yang pasti jauh lebih konyo mungkin. Saat itu, kita saling menertawakan “hhahahahaha,, ah,, gak pantes ah lu pake putiih abu, abu,, gaaak,, gak pantes,, apalagi eluu,,hahaa” . saling mengejek ketidak pantasan masing-masing. Well, tapi tetap aja, dalam gelak tawa dan lelucon-lelucon itu, ada harapan tersendiri  bagi masing-masing kita, ada harapan dan rasa penasaran besar untuk bisa memakai seragam ‘biru putih’ tersebut.
Tiga hari setelah itu, akh bukan,, bukan,, saking singkatnya waktu ini tahunpun tak terasa tahun,,, maksudku, 3 tahun setelah itu,, diskusi serupapun terjadi, tapi, kali ini dengan latar dan perasaan yang lebih berbeda, lebih dewasa dan tentunya lebih akurat, hha... tapi ada yang masih sama disini, teman-temanku. Masih 2 orang idiots yang sangat kusayang Tika dan Ejah
Entahlah sejak kapan mereka menjadi teman terbaikku, yang aku tau, aku belajar banyak hal dari mereka,, hha,, kapan-kapan akan kuceritakan tentang mereka, tentang pertemuan tak terduga yang terawetkan ini, oh kalian,, I miss U both yot :*
Yup, di penjara suci itu, diskusi serupa 3 tahun lalupun terjadi, diskusi tentang  angan-angan sederhana menjadi anak SMA,melepas seragam SMP membosankan  itu,,
“gak terasa ya choy,, kita udah 3 tahun terpenjara dalam dunia santi ini, dalam penjara suci yang melukis banyak warna kehidupan baru,, jaah, tiik,, aku gak pernah lho, membayangkan kita pake baju putih abu-abu,, iiih,, pastii lucuu,, hhaaahaha”
“iya yiik,, gak cocok kaliii laah,,kita, anak-anak nakal kayak  gini, yang masih sering galau gara-gara cinta monyeet,, eh, disuruh ganti seragam putih abu-abu,, haha”
“iih tikaa,, dia aja tuu yang galau gara-gara cinta monyet,,,  monyet  R*ki,, haha”
“aah,,, kau ni jaaah,, hhahaha” Begitu kira-kira kalimat yang keluar dalam diskusi malam itu, diskusi dibawah sinar bulan, diskusi yang disaksikan bintang-bintang,, (hha,, lebay :D ) ,, diskusi yang masih membahas ‘seragam’ sebagai topik utama,,,
Aku selalu tak paham, kenapa setiap pertemuan itu tak ada yang abadi, dunia putih abu-abu yang aku impikan harus aku jalani jaauh dari kota kecil tercintaku, dari keluargaku, jauh dari kehidupan lama yang biasa kujalani, berpisah dengan dua idiot itu. Aku menganggapnya bagian dari pendewasaan diri, bagian dari rencana besarNYA J .  Panjang ceritanya, kenapa detik ini aku bisa berada dipulau terpadat ini, berada di kota Pelajar yang tek pernah ku bayangkan. Oh Yogyakarta, chemistri apa yang ada diantara kita, hingga aku harus mencari puzzle-puzzle kehidupanku disini? Entahlaah,,, aku tidak cukup cerdas untuk mengetahui rahasia dari takdir-takdirNYA. ‘ just do it’, begitu seseorang mengajariku J
Kali ini, aku berada di atmosfir yang berbeda, diantara orang-orang asing yang aku tau, merekalah yang akan mengisi warna-warna baru dalam kanvas kehidupanku, ‘wahay diri,,, ini tantangan baru,,’ bisikku pada hati yang masih sendu saat itu,, hhhaha,, aku galau men waktu itu, awal-awal masa SMAku adalah masa-masa tersulitku saat itu, bagaimana tidak,, aku tak mengerti bahasa mereka, aku tak tau siapa mereka, tak ada orang tua, tak ada keluarga, hanya aku sendiri meringkuk bersama buku diaryku setiap saat. Tapi tanpa terasa, waktupun kembali menyihir semesta ini :D ,,, aku kaget men,, ternyata aku baru saja melewati fase-fase sulit dalam akademikku,, yuph,, aku dan angkatanku baru saja melewati serangkain ujian-ujian akhir sekolah untuk membuktikan kita layak lulus dari dunia putih abu-abu ini,, hahha,,, aku sweet17 men,, sweet17!!!,, :D sungguh waktu sangat singkat untuk dijelaskan.
Dan kembali pada topik utama ceritaku, diskusi tentang seragampun kembali terjadi,, tapi kali ini, tak ada ejaah,, tak ada tika,, diskusi ini adalah diskusiku bersama teman-teman terbaikku di kota ini, teman-teman yang tanpa segaja telah hadir dan memposisikan diri manjadi hal-hal berharga yang aku punya. Konyol dan penuh warna, itu kesanku untuk mereka J
“gak terasa ya,, bentar lagi, kita bakalan sekolah tanta seragam meen!! Haha,, tanpa seragaam!!!” diskusi yang sama, masih tentang seragam.
“iyaa,, yang kuliah,,, yang kerja gimaana??”
“yaa,,, setidaknya,kita gak memakai baju yang sama dihari senin dan selasa, gak harus dipanggil BP kalo gak pake baju sesuai hari, gak harus minjem-minjem biar tetap sama, dan gak harus, mati-matian berjuang demi ngeringin sehelai baju buat dipakai besok,,,hahha,,”
“iya siih,,, selamat tinggal putih abu-abuu,,, senang bisa bersamamu 3 tahun terkhir,, hhha”
“kok bisa yaa,, ??? perasaan baruuu kemariin kita nerima baju marah putih,, hahha,, “
“iyaa,, terus lari-lari dihalaman sekolah, ngelap ingus sampai kepipi”
“nangis gara-gara telat dijemput”
“tukeran bekal sama teman sebanguku”
“hahahahhahaa,,,,,,” tawa itupun meledak,,,
Tuhaaan,, inikah hari yang telah Engkau janjikan,, hari dimana aku jauh lebih mengerti arti kehidupan ini, hari dimana semuanya akan terasa singkat, hari dimana aku akan merindukan masa lalu,,, dimana aku akan yakin ‘semua akan indah pada waktunya’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar