Aku inget, dulu waktu aku kelas 6
SD, aku dan teman-temanku pernah berdiskusi tentang satu hal, tentang bagaimana
rasanya memakai baju biru putih, menjadi anak SMP dengan cerita-crita konyol
mereka, dan tentu saja dengan cinta monyet yang pasti jauh lebih konyo mungkin.
Saat itu, kita saling menertawakan “hhahahahaha,, ah,, gak pantes ah lu pake
putiih abu, abu,, gaaak,, gak pantes,, apalagi eluu,,hahaa” . saling mengejek
ketidak pantasan masing-masing. Well, tapi tetap aja, dalam gelak tawa dan
lelucon-lelucon itu, ada harapan tersendiri
bagi masing-masing kita, ada harapan dan rasa penasaran besar untuk bisa
memakai seragam ‘biru putih’ tersebut.
Tiga hari setelah itu, akh
bukan,, bukan,, saking singkatnya waktu ini tahunpun tak terasa tahun,,,
maksudku, 3 tahun setelah itu,, diskusi serupapun terjadi, tapi, kali ini
dengan latar dan perasaan yang lebih berbeda, lebih dewasa dan tentunya lebih
akurat, hha... tapi ada yang masih sama disini, teman-temanku. Masih 2 orang
idiots yang sangat kusayang Tika dan Ejah
Entahlah sejak kapan mereka
menjadi teman terbaikku, yang aku tau, aku belajar banyak hal dari mereka,,
hha,, kapan-kapan akan kuceritakan tentang mereka, tentang pertemuan tak
terduga yang terawetkan ini, oh kalian,, I miss U both yot :*
Yup, di penjara suci itu, diskusi
serupa 3 tahun lalupun terjadi, diskusi tentang
angan-angan sederhana menjadi anak SMA,melepas seragam SMP
membosankan itu,,
“gak terasa ya choy,, kita udah 3 tahun terpenjara dalam
dunia santi ini, dalam penjara suci yang melukis banyak warna kehidupan baru,,
jaah, tiik,, aku gak pernah lho, membayangkan kita pake baju putih abu-abu,,
iiih,, pastii lucuu,, hhaaahaha”
“iya yiik,, gak cocok kaliii laah,,kita, anak-anak nakal
kayak gini, yang masih sering galau
gara-gara cinta monyeet,, eh, disuruh ganti seragam putih abu-abu,, haha”
“iih tikaa,, dia aja tuu yang galau gara-gara cinta
monyet,,, monyet R*ki,, haha”
“aah,,, kau ni jaaah,, hhahaha” Begitu kira-kira kalimat
yang keluar dalam diskusi malam itu, diskusi dibawah sinar bulan, diskusi yang
disaksikan bintang-bintang,, (hha,, lebay :D ) ,, diskusi yang masih membahas
‘seragam’ sebagai topik utama,,,
Aku selalu tak paham, kenapa setiap pertemuan itu tak ada
yang abadi, dunia putih abu-abu yang aku impikan harus aku jalani jaauh dari
kota kecil tercintaku, dari keluargaku, jauh dari kehidupan lama yang biasa
kujalani, berpisah dengan dua idiot itu. Aku menganggapnya bagian dari
pendewasaan diri, bagian dari rencana besarNYA J
. Panjang ceritanya, kenapa detik ini
aku bisa berada dipulau terpadat ini, berada di kota Pelajar yang tek pernah ku
bayangkan. Oh Yogyakarta, chemistri apa yang ada diantara kita, hingga aku
harus mencari puzzle-puzzle kehidupanku disini? Entahlaah,,, aku tidak cukup
cerdas untuk mengetahui rahasia dari takdir-takdirNYA. ‘ just do it’, begitu
seseorang mengajariku J
Kali ini, aku berada di atmosfir
yang berbeda, diantara orang-orang asing yang aku tau, merekalah yang akan
mengisi warna-warna baru dalam kanvas kehidupanku, ‘wahay diri,,, ini tantangan
baru,,’ bisikku pada hati yang masih sendu saat itu,, hhhaha,, aku galau men
waktu itu, awal-awal masa SMAku adalah masa-masa tersulitku saat itu, bagaimana
tidak,, aku tak mengerti bahasa mereka, aku tak tau siapa mereka, tak ada orang
tua, tak ada keluarga, hanya aku sendiri meringkuk bersama buku diaryku setiap
saat. Tapi tanpa terasa, waktupun kembali menyihir semesta ini :D ,,, aku kaget
men,, ternyata aku baru saja melewati fase-fase sulit dalam akademikku,, yuph,,
aku dan angkatanku baru saja melewati serangkain ujian-ujian akhir sekolah
untuk membuktikan kita layak lulus dari dunia putih abu-abu ini,, hahha,,, aku
sweet17 men,, sweet17!!!,, :D sungguh waktu sangat singkat untuk dijelaskan.
Dan kembali pada topik utama
ceritaku, diskusi tentang seragampun kembali terjadi,, tapi kali ini, tak ada
ejaah,, tak ada tika,, diskusi ini adalah diskusiku bersama teman-teman
terbaikku di kota ini, teman-teman yang tanpa segaja telah hadir dan
memposisikan diri manjadi hal-hal berharga yang aku punya. Konyol dan penuh
warna, itu kesanku untuk mereka J
“gak terasa ya,, bentar lagi, kita bakalan sekolah tanta
seragam meen!! Haha,, tanpa seragaam!!!” diskusi yang sama, masih tentang
seragam.
“iyaa,, yang kuliah,,, yang kerja gimaana??”
“yaa,,, setidaknya,kita gak memakai baju yang sama dihari
senin dan selasa, gak harus dipanggil BP kalo gak pake baju sesuai hari, gak
harus minjem-minjem biar tetap sama, dan gak harus, mati-matian berjuang demi
ngeringin sehelai baju buat dipakai besok,,,hahha,,”
“iya siih,,, selamat tinggal putih abu-abuu,,, senang bisa
bersamamu 3 tahun terkhir,, hhha”
“kok bisa yaa,, ??? perasaan baruuu kemariin kita nerima
baju marah putih,, hahha,, “
“iyaa,, terus lari-lari dihalaman sekolah, ngelap ingus
sampai kepipi”
“nangis gara-gara telat dijemput”
“tukeran bekal sama teman sebanguku”
“hahahahhahaa,,,,,,” tawa itupun meledak,,,
Tuhaaan,, inikah hari yang telah
Engkau janjikan,, hari dimana aku jauh lebih mengerti arti kehidupan ini, hari
dimana semuanya akan terasa singkat, hari dimana aku akan merindukan masa
lalu,,, dimana aku akan yakin ‘semua akan indah pada waktunya’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar