Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 26 April 2014

Aku dan Do'a di dalam namaku

Namaku Sri Hidayati Rizki, aku lahir di Tg.Pinang, 21 September 1996, daaaan,,, ah kaku banget ya perkenalannya :) gini aja,, aku Sri Hidayati Rizki, orang-orang memanggilku sesuai keakraban mereka, mereka yang beru mengenalku memanggilku Sri, yaa,, Javaness benget kedengarannya, tapi sebenarnya, setetespun aku bukan keturunan suku Jawa. Teman-temanku manggil aku ‘kenthunk’, gak tau juga ya, awalnya aku ‘gak banget’ dipanggil kayak gitu, tapi lambat laun, aku terbiasa dengan panggilan menggelikan itu, yaaaaah, what ever lha,, yang penting mereka senang,, meraka bilang itu panggilan sayang,, tak dipungkiri mereka memang pakar ‘ameliorasi’ yang hebat, lumayan lha untuk alasan yang bisa diterima dengan lapang dada. Oke,, lanjut ke panggilan lebih akrab lagi,, keluargaku memanggil aku Ayi’ termasuk adik-adik sepupuku yang yang memanggilku kak Yi’, tapi ada hal menyebalkan dari panggilan itu, karna, ketika mereka masih balita dan sedikit pelat ya,, panggilan itu terdengar seperti ta yi’ (taik), ya,, ya,,, aku tau maksud mereka tetap kak yi’,,, tapi seharusnya mereka sadar, bagaiman mereka akan membedakan panggilan terhadapku dan,,,,,,,,,,,, yaah,,, kalian tau sendirilah,, ok, anggap saja itu suatu ‘peyorasi yang tak disengaja.
       Masuk ke makna nama, walaupun ada pepatah yang mengatakan apalah arti sebuah nama, tapi disini aku kasih tau lagi ya, nama adalah do’a, dan setiap orang tua mempunyai harapan tersendiri saat memberikan nama pada anak-anaknya, termasuk orang tuaku, 15 tahun aku memiliki nama ini tapi baru saat aku sma aku mengetahui harapan apa yang ada di balik namaku, karna sering kali aku bingung dan membuat bingung banyak orang, seorang gadis melayu berketurunan cina diberi nama ‘Sri’,, bukankan nama itu identik dengan nama jawa, yang bermakna ‘padi’,,, sedikit sejarah mengatakan Ia dipercaya sebagai dewi yang menguasai ranah dunia bawah tanah juga bulan. Perannya mencakup segala aspek Dewi ibu , yakni sebagai pelindung kelahiran dan kehidupan. Ia juga dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, maka ia mengatur kehidupan, kekayaan, dan kemakmuran. Berkahnya terutama panen padi yang berlimpah dan dimuliakan sejak masa kerajaan kuno di pulau Jawa seperti Majapahit dan Pajajaran. Dewi Sri juga mengendalikan segala kebalikannya yaitu ; kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit, dan hingga batas tertentu, memengaruhi kematian. Karena ia merupakan simbol bagi padi, ia juga dipandang sebagai ibu kehidupan. Ya,, ya,, ya,, tadi itu arti namaku dalam kamus besar bahasa Indonesia, tapi tarnyata, ada harapan lain di balik nama itu, ‘Merantau ke Tanah Jawa’ itulah do’a orag tuaku, mereka berharap suatu saat aku bisa mengenyam pendidikan di pulau terpadat penduduk itu dan, finally,,, Im here, ‘Kota Harapan’ kata ibuku, pertama kali aku menginjakkan kaki di kota pelajar ini, aku bukan siapa-siapa, aku hanya gadis biasa tanpa apa-apa, dan tetap seperti itu sampai detik ini, tapi percayalah, aku menggenggam sejuta harapan saat meninggalkan kota kecilku untuk ke tempat ini, aku membawa do’a dan cita-cita. Nashabku biasa, keadaankupun biasa, karna memang aku hanya gadis biasa. Saat pertama kali kuputuskan untuk pergi ke kota ini, aku bulum menyadari rintangan apa saja yang akan kuhadapi, tapi untuk pertama kalinya aku terbangan dari tidur pertamaku dikota ini, aku sadar, aku sendiri, anak rantauan tanpa keluarga satupun,, dan aku harus mulai mencari, mencari teman baru, mencari keluarga baru, mancari apa tujuanku ketempat ini.. huft,, itu singkat serita tentang aku dan do’a didalam namaku.